Ada orang-orang yang meski hidupnya sering dipandang serba berkekurangan, namun mereka tetap tenang menjalani hidup. Kedamaian jiwa senantiasa menyelimuti hari-harinya sementara disaat yang sama pula tekanan hidup seolah tak hentinya menghantui. Mereka, tak pernah merasa khawatir, takut, gelisah bahkan putus asa mengukur jalan panjang kehidupan yang bagi sebagian orang lainnya sering terlihat begitu berat dan menyesakkan.
Ujian dan cubaan yang datang silih berganti tak membuat mereka lelah apalagi berfikir untuk mengakhiri hidup. Goretan-goretan perjuangan pun bahkan tampak jelas dari derasnya peluh yang mengalir. Demikian pula, pahit getir hidup tak pernah memaksa mereka membutakan mata untuk melakukan perbuatan jahat.
Mereka tak berpangkat dan jabatan,juga tidak berlebih-lebih. Perjalanan mereka tetap terasa sejuk dan menyenangkan tanpa kendaraan pribadi, tak menaruh keceriaan hidup pada tempat-tempat rekreasi. Bagi mereka, berkumpul dan bercanda penuh suka cita dengan seluruh keluarga sudah menjadi rekreasi yang memuaskan.
Bukan sepatu dan pakaian bagus, tapi cukup dengan memastikan tak satupun anggota keluarga mereka yang bersedih hati dihari itu, dijamin senyum pun terkembang. Makan hidangan ala kadarnya di rumah bersama segenap anggota keluarga, bagi mereka jauh lebih nikmat dengan membayar mahal sebuah tempat makan di luar yang bercampur dengan orang lain. Sementara di seberang kehidupan mereka, ada orang-orang yang menggantungkan kebahagiaannya pada banyaknya harta yang mereka miliki.
Tak pernah ada kata cukup dalam hal kepemilikan, karena dalam kehidupan mereka, kebutuhan akan kepuasan hidup terus berpacu dengan semakin giatnya pencarian kekayaan. Hingga akhirnya, mereka selalu gelisah atau khuwatir akan hidup kekurangan, bahkan ketakterkecukupan menjadi suatu yang menakutkan untuk sejauh mungkin dihindari.
Bukan tidak mungkin, rasa takut akan datangnya orang yang merampas paksa harta mereka, kerap menghantui malam-malamnya. Tentu saja tidak semua orang-orang berkecukupan mengalami keterhenyakkan hati seperti diatas, sebagaimana halnya tidak semua orang-orang miskin mampu mengendalikan setiap tekanan yang memang tak bosan menghampirinya.
Perbedaannya hanya pada hati, seberapa kaya hati mereka sehingga bisa melepaskan semua belenggu material yang menghinggapi, seberapa kaya hati mereka sehingga mampu menguasai dan mengendalikan nafsu dan keinginan-keinginan yang sering kali tak terbendung. Untuk kita, seberapa kaya juga hati-hati dipersiapkan untuk dapat terus bertahan dengan segala cobaan hidup yang jelas-jelas mustahil tidak ada.
Perkayalah hati ini dengan zikir yang membasahi lembar-lembar hati yang sudah kering. Sejukkan dia dengan keheningan malam-malam yang tak terlewati dalam simpuh di kaki-Nya, dimana ada butir-butir tangis yang meruntuhkan kesombongan dan mengembalikan kesadaran kita akan tempat kembali. Rasulullah Muhammad Saw telah mencontohkan kepada kita soal kekayaan hati dengan memperbanyak mengingat Allah, sehingga meski sebagai manusia mulia yang begitu dihormati pengikutnya, ia memiliki peluang untuk hidup berlebih, namun kesederhanaanlah yang menjadi pilihannya.
Ia juga yang mengajarkan kita untuk selalu takut akan adzab Allah dengan memperbanyak memohon ampunan-Nya. Hiasi juga hati dengan pancaran keindahan cinta kepada Allah dan Nabi-Nya dengan senantiasa memancangkan niat pengorbanan dan pembelaan terhadap agama-Nya. Bukankah janji Allah begitu terang akan pertolongan dan peneguhan kedudukan bagi setiap penolong-Nya sebagai bukti cintanya.
Tentu banyak cara yang bisa kita perbuat untuk membuktikan cinta itu. Berselawatlah untuk Rasulullah dan keluarganya, karena itu menjadi bukti kecintaan kita kepada beliau dan keluarga. Sehingga dengan itu semua, tak ada lagi kecintaan terhadap apapun yang lebih tinggi dari cinta Kepada Allah dan para Rasul-Nya.
Tambahkan kekayaan hati dengan mengasah kepekaannya agar senantiasa tersentuh dengan keprihatinan orang lain dan menikmati keindahan hidup dalam kesederhanaan. Allah mengajarkan kita untuk melakukan itu dengan berpuasa, berzakat dan infak sedekahh. Perbanyaklah memberi kepada mereka yang kekurangan dengan ikhlas.
